Kamis, 09 September 2010

Tersenyum Untukmu

Satu tahun tlah berlalu tanpa jeda, selama itu pula senyummu sudah tak lagi untukku... Episode dalam babak baru telah dimulai, tatkala itu pula aq harus mengikuti skenario Sang Illahi terhadap garis nasibku.

Inilah suratan untukku, tatkala liku-liku hidup terinjak olehku, tatkala singgahan hati singgah dalam hatiku. Tapi semua hanya lewat tanpa kejelasan...

Dalam perjalanan itu, tiba-tiba matamu sayu menunduk dan berkata "maukah selalu bersadar dipundakku"
mungkin dahan di sungai yang selama ini hanya mengalir dan mengalami kehampaan tertegun...binggung...dan ragu...

AKU HARUS BAGAIMANA???

Tapi ketika beberapa hal ku baca...
“Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas” ( H.R. At-Turmidzi)

otakku berputar keras...apakah apa yang terjadi padanya adalah akibat penolakanku terhadap beberapa yang datang menginginkanku...Astagfirullah..

Ya Rabb...Tunjukkan jalan terbaik buatku. Dan hanya jawaban keputusanMu atas segala kebimbanganku adalah hal yang membuatnya tersenyum manis disisiMU....

Amin...

(Ie_ma)